Stats

Hasil Ujian Nasional (UN) akan dijadikan sebagai evaluasi akhir kelulusan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2012. Hal tersebut berlaku baik untuk SNMPTN jalur undangan maupun jalur ujian tertulis.

Ujian Nasional

Ujian Nasional (UN) merupakan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

UN SMA

UN SMA merupakan singkatan dari Ujian Nasional Sekolah menengah atas (disingkat SMA)/ Madrasah Aliyah (MA). Sekolah menengah atas (disingkat SMA), adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat).

UN SMK

UN SMK merupakan singkatan dari Ujian Nasional Sekolah Menengah Kejuruan (disingkat SMK). Sekolah Menengah Kejuruan atau disingkat dengan SMK merupakan salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP / MTs.

UN SMP

UN SMP merupakan singkatan dari Ujian Nasional Sekolah pertama (disingkat SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTs). Sekolah menengah pertama (disingkat SMP) adalah jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus sekolah dasar (atau sederajat).

UN SD

UN SD merupakan singkatan dari Ujian Nasional Sekolah dasar (disingkat SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sekolah dasar (disingkat SD) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia. Sekolah dasar ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6.

UN Paket

UN Paket merupakan singkatan dari ujian nasional paket/UNPP atau program kesetaraan baik Program Paket A, Pekt B, atau program Paket C setara SMA/MA dan Kejuruan. UN Paket A, B, dan C digelar untuk membantu masyarakat yang tidak dapat menyelesaikan sekolahnya karena sesuatu hal.

UN Jujur

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus mendorong pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang kredibel. Untuk itu, Kemdikbud melakukan dua langkah terobosan dalam pelaksanaanya, yaitu melalui pernyataan jujur, dan uji petik.

Kisi-kisi UN 2012

Sebagai wujud komitmen Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempercepat waktu pemberian kisi-kisi soal ujian nasional (UN) 2012. Kisi-kisi soal UN yang dijanjikan awal Nopember sudah bisa Anda unduh dari situs Ujian Nasional ini.

Bsnp

BSNP merupakan lembaga mandiri, profesional, dan independen yang mengemban misi untuk mengembangkan, memantau pelaksanaan, dan mengevaluasi pelaksanaan standar nasional pendidikan. BSNP bertugas membantu Mendiknas dan memiliki kewenangan untuk mengembangkan standar nasional pendidikan (SNP), menyelenggarakan ujian nasional (UN), dan memberikan rekomendasi kepada Pemerintah dan pemerintah daerah dalam penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan. Adapun tugas BSNP lainnya adalah merumuskan kriteria kelulusan pada satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dan menilai kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan buku teks pelajaran. Standar yang dikembangkan oleh BSNP berlaku efektif dan mengikat semua satuan pendidikan secara nasional.

Thursday, January 26, 2012

Info Pendaftaran Snmptn Undangan 2012

Seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri jalur undangan tahun 2012 dibuka 1 Februari. Program itu hanya bisa diikuti siswa dari sekolah dalam basis data panitia. Sekolah yang belum masuk daftar bisa mengikutsertakan siswa dengan mengajukan permohonan secepatnya.

”Sekolah-sekolah yang masuk daftar sesuai data tahun lalu. Jika ada sekolah yang belum masuk data dan berminat ikut SNMPTN undangan, bisa segera mengirimkan permohonan. Seleksi terbuka untuk semua sekolah yang memenuhi syarat,” kata Akhmaloka, Ketua Umum Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), yang dihubungi dari Jakarta, Rabu (25/1).

Pendaftaran SNMPTN undangan dibuka 1 Februari sampai dengan 8 Maret. Ada 61 PTN yang tergabung dalam SNMPTN tahun ini. Sampai berita ini diturunkan, masih ada daya tampung beberapa PTN yang belum masuk.

Sekolah menengah, mulai dari SMA, SMK, MA, hingga MA kejuruan, yang masuk daftar undangan sudah diunggah di laman resmi panitia SNMPTN www. snmptn.ac.id. Sekolah yang terdaftar saja yang bisa merekomendasikan siswanya ikut SNMPTN jalur undangan lewat laman http://undangan.snmptn.ac.id.

Menurut Akhmaloka, yang juga Rektor Institut Teknologi Bandung, permohonan sekolah untuk masuk daftar yang bisa ikut SNMPTN undangan mulai masuk. Permohonan juga datang dari SMA internasional di Tokyo.

Sesuai akreditasi

Kuota siswa yang boleh diajukan sekolah untuk ikut SNMPTN jalur undangan disesuaikan akreditasi sekolah. Sekolah dengan akreditasi A bisa mengirim 50 persen siswa terbaiknya, yang berakreditasi B sebanyak 30 persen, dan berakreditasi C sebanyak 15 persen.

”Sekolah baru yang belum terakreditasi boleh ikut. Tetapi, dibatasi hanya bisa mengikutsertakan lima persen siswa terbaiknya,” kata Akhmaloka.

Para siswa yang dicalonkan sekolah harus memiliki prestasi terbaik dan konsisten. Hal itu ditunjukkan dari nilai rapor yang konsisten pada semester 3, 4, dan 5, terutama pada mata pelajaran yang masuk dalam ujian nasional.

”Soal penilaian ini tentu saja bergantung pada program studi dan perguruan tinggi masing- masing,” ujar Akhmaloka.

Supriyadi, Koordinator Guru Bimbingan Konseling SMAN 9 Bandung, mengatakan, sekolah mesti proaktif untuk mendapatkan informasi dengan membuka laman resmi SNMPTN. ”Informasi soal SNMPTN ini kami dapat dari internet. Tetapi, sekolah sudah mulai menyiapkan data siswa. Sekarang ini sedang pengolahan nilai supaya bisa mengumumkan siswa yang boleh ikut SNMPTN undangan,” katanya.

Meskipun sekolah berakreditasi A berhak mengikutsertakan 50 persen siswanya, lanjut Supriyadi, siswa diajak realistis agar tidak semuanya mendaftar lewat jalur SNMPTN undangan. Hanya siswa dengan prestasi baik yang akan diterima.

”Kenyataannya, yang diterima umumnya yang termasuk peringkat lima besar di sekolah. Untuk siswa yang ranking-nya masih jauh, kami imbau untuk konsentrasi ke SNMPTN jalur tulis saja. Jika tetap mau ikut, sekolah tetap memberikan rekomendasi,” katanya.

Sekolah Harus Masuk Basis Data SNMPTN

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan terbuka bagi siswa dari SMA/SMK/MA/MAK di seluruh Indonesia. Namun, harus dipastikan sekolah tersebut masuk dalam daftar sekolah yang diunggah dalam laman resmi SNMPTN tahun 2012.

Sekolah-sekolah yang masuk dalam daftar sesuai data tahun lalu. Jika ada sekolah yang belum masuk ke dalam data dan berminat mengikuti SNMPTN undangan, bisa segera mengirimkan permohonan, kata Akhmaloka, Ketua Umum SNMPTN yang dihubungi dari Jakarta, Rabu (26/1).

Pendaftaran SNMPTN undangan dibuka pada 1 Februari-8 Maret. Sebanyak 61 PTN tergabung dalam SNMPTN tahun ini.

Menurut Akhmaloka, yang juga Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), sekolah yang belum terdaftar di laman www.snmptn.ac.id bisa segera mengajukan permohonan untuk bisa didata. Sebab, dalam SNMPTN jalur undangan ini sekolah yang harus merekomendasikan siswa untuk ikut SNMPTN bebas tes ini.

Sesuai ketentuan panitia SNMPTN, kuota siswa yang boleh diajukan sekolah untuk mengikuti SNMPTN jalur undangan disesuaikan dengan akreditasi sekolah. Sekolah dengan akreditasi A bisa mengirimkan 50 persen siswa terbaiknya, berakreditasi B sebanyak 30 persen, dan akreditasi C sebanyak 15 persen.

Untuk sekolah baru yang belum terakreditasi boleh ikut, tetapi hanya bisa mengikutsertakan lima persen siswa terbaiknya.

Para siswa yang dicalonkan sekolah harus memiliki prestasi yang terbaik dan konsisten. Hal ini ditunjukkan dari nilai rapor yang konsisten di semester 3, 4, dan 5, terutama mata pelajaran yang masuk dalam ujian nasional.

Ujian Nasional Bukan Satu-satunya Penentu Kelulusan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan untuk tetap melaksanakan ujian nasional pada tahun 2010. Namun, Presiden minta agar penyelenggaraan UN diperbaiki dan disempurnakan serta ditingkatkan kualitasnya.

Sosialisasi yang efektif juga diharapkan Presiden Yudhoyono benar-benar dilakukan. Tujuannya agar semua guru, siswa, dan penyelenggara pendidikan mengetahui dan memiliki pemahaman yang sama mengenai UN. Semua pihak harus tahu standar kelulusan, sistem penilaian, dan pelaksanaan UN.

Keinginan Presiden Yudhoyono itu disampaikan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh dalam keterangan pers seusai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Kamis (7/1/2010). Rapat terbatas dihadiri Wakil Presiden Boediono, Menko Kesra Agung Laksono, dan sejumlah menteri terkait.

Saat memberikan pengantar di awal rapat, Presiden Yudhoyono mengatakan bahwa UN bukan satu-satunya alat ukur yang bisa ditentukan atau dipilih untuk menentukan kelulusan, melainkan bisa dengan cara memadukan aspek-aspek lainnya.

Oleh karena itu, Presiden Yudhoyono mempertimbangkan dua opsi sebelum memutuskan menetapkan UN kembali, yaitu melaksanakan UN dengan memberlakukan ujian ulangan sebagai opsi pertama dan, opsi kedua, kembali ke model lama, yaitu evaluasi belajar tahap akhir nasional (ebtanas) yang diperbarui.

Mendikbud Nuh mengatakan bahwa tujuan dari ujian nasional ini adalah memadukan antara untuk menentukan kelulusan siswa dan peta atau data kualitas pendidikan. Jadi, selain menentukan kelulusan siswa, UN juga bisa dipakai sebagai peta sehingga kalau nanti ada sekolah-sekolah tertentu yang kondisinya tidak bagus, maka kita bisa melakukan intervensi untuk meningkatkan kualitas di sekolah itu.


Tentang ukuran penilaian kelulusan, Mendikbud Nuh mengatakan, UN bukan satu-satunya penentuan kelulusan. Untuk menentukan kelulusan, ditentukan empat syarat yang harus dipenuhi secara keseluruhan.

Pertama, menyelesaikan seluruh program pendidikan di sekolah.

Kedua, persyaratan akhlak, budi pekerti, dan tata krama. Kalau ada anak nakal yang di luar batas kewajaran, meskipun UN lulus, akan tetapi berperilaku seperti itu, maka ia tetap tidak lulus.

Ketiga, lulus mata pelajaran yang diujikan sekolah.

Keempat, lulus UN. Meskipun, UN-nya dapat nilai 10, tetapi akhlaknya tidak benar, ya, tidak lulus. Kalaupun UN-nya lulus, tetapi ujian sekolahnya tidak lulus, ya, tidak lulus. Jadi, keempat-empatnya harus dipenuhi.

Ujian Nasional yang diklaim pemerintah sebagai salah satu bentuk evaluasi kegiatan belajar mengajar dan upaya peningkatan mutu pendidikan sebaiknya hanya digunakan untuk memetakan mutu sekolah dan tidak menjadi penentu kelulusan siswa.

Pasalnya, pelaksanaan Ujian Nasional selama ini terbukti hanya untuk meningkatkan prestasi akademik, bukan meningkatkan mutu pendidikan.


Pada persiapan UN 2012 pihak Dinas Pendidikan Kaltim mengimbau (kembali) agar para siswa yang akan mengikuti ujian nasional (UN) pada April dan Mei 2012 dari SD sampai SMA agar tidak resah, mengingat hasil ujian nasional bukan satu-satunya penentu kelulusan.

"Kelulusan siswa akan ditentukan oleh dua nilai, yakni 40 persen merupakan nilai sekolah, sedangkan yang 60 persen merupakan nilai dari ujian nasional itu sendiri," ucap Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, H Musyahrim di Samarinda, Kamis (26/1/2012).

Peserta dinyatakan lulus apabila nilai rata-rata dari semua nilai akhir (nilai UN dan nilai sekolah) paling rendah 5,5, sedangkan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0.

Jadwal pelaksanaan UN antara lain, yakni untuk SMA Luar Biasa dan SMK pada 16 hingga 18 April, untuk UN SMP dan yang sederajat pada 23 hingga 26 April, UN untuk SMA/MA pada 16 hingga 19 April, dan untuk UN SD pada 8 hingga 10 Mei.

Menurutnya bahwa hasil UN akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam berbagai hal, di antaranya sebagai pemetaan mutu program satuan pendidikan, dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, dan sebagai dasar pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam meningkatkan sekaligus memeratakan mutu pendidikan.

"Tidak benar jika ada anggapan bahwa hasil UN dijadikan satu-satunya faktor penentu kelulusan. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan memiliki beberapa kriteria," ujarnya.

Kriteria itu adalah, menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai minimal pada penilai akhir untuk seluruh mata pelajaran, yakni berupa pelajaran agama dan akhlak mulia, mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahrga dan kesehatan.

Kriteria lainnya adalah, lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, dan lulus ujian nasional.

Sedangkan tujuan penyelenggraan UN adalah, menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional, terutama pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Sejak 2011 telah ditetapkan oleh pemerintah pusat adanya formula baru tersebut, sehingga sangat nyata bahwa hasil UN bukan satu-satunya sebagai faktor penentu kelulusan peserta didik yang mengikuti UN," ujar Musyahrim lagi.

Diolah dari berbagai sumber, seperti Kemdiknas dan Kompas.

Wednesday, January 25, 2012

Rumus-rumus Kelulusan UN

Sesuai teori evaluasi pendidikan, pengukuran kemampuan anak harus menggunakan standar norma. Sementara itu, standar mutlak digunakan untuk mengukur mutu pendidikan secara menyeluruh dan tidak menjadi penentu kelulusan karena hanya bersifat pemetaan.

Demikian hal itu dikemukakan oleh pakar pendidikan Arief Rachman, Kamis (3/12) malam. “Jika menggunakan standar norma, berarti UN harus memperhitungkan rata-rata kekuatan daerah dan setiap anak didik. Memang rumit tetapi ini cara yang benar. Jangan pilih yang mudah tetapi salah,” ujarnya.

Secara teori, proses evaluasi akhir dari proses pendidikan memang harus ada. Namun, secara hukum terminologi UN itu tidak ada, yang disebutkan hanya evaluasi akhir. “Tetapi di PP 19 tahun 2005 muncul istilah UN. Ini yang harus diluruskan supaya antara PP dengan UU Sisdiknas konsisten,” kata Arief.

Dalam evaluasi akhir yang berfungsi sebagai pemetaan, yang harus diperhatikan adalah kekuatan rata-rata daerah masing-masing. Namun, yang terjadi pada UN saat ini justru penilaian terhadap anak didik dipukul rata, sama dengan standar minimal kelulusan yang hanya memerhatikan nilai mentah. Disinilah letak kekeliruannya.

“Kalau mengadakan UN seperti sekarang jelas melanggar prinsip keadilan pendidikan, sebab rumus yang dipakai juga keliru. Yang sedang dinilai itu apa, mutu pendidikan Indonesia atau anak didik. Dengan evaluasi itu nanti bisa kita gunakan untuk menyusun strategi perbaikan mutu pendidikan setiap daerah,” kata Arief.

Untuk mengetahui secara persis hasil proses belajar mengajar pada anak didik, penilaian harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari absensi, akhlak, prestasi selama tiga tahun, ujian sekolah hingga UN. Untuk menilai secara obyektif kemampuan anak didik perlu ada rumusan evaluasi yang mencakup seluruh aspek dari kepala sekolah dan dewan guru sebagai pihak yang paling mengetahui perkembangan anak didik.

“Hasil UN seharusnya diramu dengan hasil penilaian sekolah oleh kepala sekolah dan dewan guru sehingga sekolah memiliki wewenang dan kekuatan. Tetapi sekali lagi pihak sekolah juga harus jujur dalam memberikan penilaian untuk kelulusan anak didiknya,” kata Arief.

Daripada kontroversi pelaksanaan UN terus berlanjut, Arief mengusulkan ada baiknya ada masa transisi selama 2-3 tahun untuk memperbaiki dan menyempurnakan pelaksanaan evaluasi proses pendidikan.

Formula Kelulusan UN yang patut dicoba
Ada dua formula yang bisa digunakan oleh pemerintah jika tetap melaksanakan UN, tetapi tanpa menjadikannya sebagai syarat atau penentu kelulusan siswa. Formulasi tersebut bisa langsung diaplikasikan untuk tujuan jangka pendek, tetapi bisa juga untuk tujuan jangka panjang.

Formula pertama digunakan untuk tujuan jangka pendek, yaitu mulai diterapkan pada UN 2010 mendatang. Cara pertama, formulasi kelulusan dilakukan dengan cara mengkalkulasi nilai akhir dari seluruh semester sejak siswa duduk di kelas I sampai III. Standar nilai kelulusan dari formula ini sebesar lebih dari atau minimal 6,00.

Cara kedua, kelulusan dilakukan dengan menggunakan kombinasi PQR, yaitu sistem yang mengkalkulasi nilai akhir atau kelulusan dengan rumus P (nilai semester satu) + Q (nilai semester dua) + 3R (nilai UN).

“Standar nilai tetap sama seperti cara pertama, yaitu untuk mencapai kelulusan siswa harus memperoleh nilai lebih dari atau minimal 6,00,” ujar Suparman, pengamat pendidikan dari Education Forum di Jakarta, Senin (7/12).

Sementara itu, formulasi kedua digunakan untuk tujuan jangka panjang. Pada formulasi ini, penyelenggaraan UN tidak akan dilakukan di akhir jenjang sekolah, melainkan di tengah-tengah.

Pada tingkat Sekolah Dasar, misalnya, UN dilakukan di kelas III atau IV. Sementara di tingkat SMP/SMA dan sederajat, UN dilaksanakan di kelas I atau II, atau di salah satunya.

“Tujuannya bukan untuk mengeksekusi kelulusan, tetapi memperbaiki kompetensi anak, kualitas guru, serta kinerja pemerintah,” ujar Suparman.

Suparman mengatakan, formula untuk tujuan jangka panjang tersebut membuat sinergi antara pihak sekolah (guru), siswa, serta pemerintah berjalan kuat dan memiliki manfaat yang jelas. Karena dengan cara ini, kata dia, siswa tidak akan main-main belajar, guru pun tidak bisa lagi santai-santai mengajar, sedangkan pemerintah bisa lebih berkonsentrasi untuk meningkatkan kualitas dari segala yang dibutuhkan siswa dan guru di sekolah.

“Saat ini kita tidak ingin membangun pro dan kontra menyoal UN, tetapi langsung mencari solusi cepat yang bisa diterapkan untuk anak didik,” ujar Suparman.

Adapun, kata Suparman, delegasi EF dan Tim Advokasi Korban Ujian Nasional (Tekun) hari ini, Senin (7/12), sudah mengirimkan surat kepada Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) untuk berdialog dan membincangkan persoalan UN, termasuk menyoal perumusan yang strategis mengenai kelulusan siswa.

Sumber:ujiannasional.org

Tips Menghilangkan Kecemasan UN

Kata ‘ujian’ atau ‘ulangan’ mungkin sudah sering kita dengar. Sebagian besar orang yang mendengar kata ini pasti langsung tegang dan cemas. Apalagi ketika kita mendengar kata “ujian nasional“. Mulai dari anak SD sampai SMA pasti merasakan hal yang

sama karena saat ini ujian nasional dianggap sebagai sesuatu hal yang menakutkan bagi mereka. Dengan standar kelulusan yang semakin tinggi ditambah banyaknya mata pelajaran yang diujikan membuat mereka semakin cemas menghadapi ujian nasional tersebut. Oleh karena itu mereka pun berusaha mempersiapkan diri mulai dari mengikuti les di sekolah, ikut bimbingan tes, belajar kelompok, ikut try out bahkan les privat di rumah. Meskipun segala usaha telah dilakukan, kecemasan itu tetap saja ada.

Kecemasan adalah hal yang amat wajar dirasakan oleh setiap manusia. Setiap orang pasti pernah merasakan kecemasan. Apalagi ketika sedang menghadapi ujian. Demikian halnya dengan para siswa/siswi SMA, SMP maupun SD. Kecemasan yang mereka rasakan adalah salah satu bentuk emosi yang berkenaan dengan adanya rasa terancam oleh sesuatu.

Jika bentuk kecemasan yang mereka rasakan dengan intensitas yang wajar maka akan berdampak positif yaitu dapat memotivasi mereka untuk lebih giat belajar, tetapi apabila intensitasnya sangat kuat dan bersifat negatif justru malah akan menimbulkan kerugian bahkan mengganggu keadaan fisik dan psikis individu yang bersangkutan misalnya membuat mereka stress dan malas belajar.

Karena kecemasan merupakan proses psikis yang sifatnya tidak tampak ke permukaan maka untuk menentukan apakah mereka mengalami kecemasan atau tidak, kita perlu melihat simptom atau gejala-gejalanya apa saja yang timbul, beserta faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kecemasan tersebut. Faktor kecemasan ini bisa disebabkan oleh kondisi dan situasi tes saat itu meskipun materi pelajaran yang akan diujikan telah dikuasai. Selain itu juga bisa disebabkan karena waktu yang terbatas, tingkat kesulitan materi ujian, instruksi tes, bentuk pertanyaan dan hal-hal teknis lainnya. Kecemasan ini juga akan semakin meningkat melihat banyaknya para siswa dan siswi yang tidak lulus dalam ujian nasional. Disini penulis memberikan tips mengenai bagaimana menghadapi kecemasan saat ujian nasional.

Tips Menghadapi Kecemasan Saat Ujian Nasional

Hadapilah ujian dengan tenang dan santai. Dengan sikap yang tenang dan santai, kita akan mudah menjalaninya. Kita akan lebih mudah menyusun strategi yang tepat, lebih mudah konsentrasi dalam membaca dan menjawab soal sehingga hasilnya pun memuaskan. Oleh karena itu janganlah menganggap ujian nasional tersebut sebagai suatu beban melainkan sebuah tantangan.

Percaya pada diri sendiri adalah salah satu kunci sukses menghadapi kecemasan saat ujian nasional. Hal ini penting karena kita sendiri yang menjalani ujian tersebut. Meskipun terkadang banyak godaan seperti menyontek, meminta jawaban bahkan membeli jawaban UN, hal itu belum menjadi menjamin kita untuk lulus. Bisa saja jawaban yang kita terima belum tentu benar. Atau mungkin kita ketahuan menyontek oleh pengawas sehingga lembar jawaban kita diambil. Oleh karena itu percayalah pada diri sendiri karena kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam ujian tersebut. Yakinlah bahwa setiap kerja keras yang kita lakukan akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Buatlah sebuah rencana dan strategi yang tepat. Ibarat igin berperang di medan pertempuran, pastinya perlu strategi yang jitu untuk melawan musuh. Sama halnya ketika menghadapi ujian nasional ini. Kita perlu strategi serta rencana yang tepat. Dengan mengumpulkan soal-soal UN dari tahun-tahun sebelumnya, melihat soal apa yang sering diujikan membeli buku-buku soal, mengikuti try out, diskusi dengan guru, mengikuti bimbingan, kita berharap strategi itu berhasil. Karena seseorang yang memiliki strategi dan rencana yang tepat tidak perlu cemas menghadapi ujian nasional.

Perbanyaklah baca dan latihan soal. Seperti kata pepatah ala bisa karena biasa. Sama halnya ketika menghadapi soal-soal ujian nasional. Dengan kita sering berlatih mengerjakan soal-soal UN maka kita semakin terbiasa sehingga kita tidak perlu cemas dalam menghadapinya. Oleh karena itu perbanyaklah baca dan latihan soal secara terus menerus agar kita mengetahui perkembangan soal apa saja yang sering diujikan. Selain itu juga dengan sering berlatih mengerjakan soal-soal maka kita akan semakin cepat mengerjakan soal-soal yang ada.

Belajar kelompok. Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang bisa dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain. Belajar kelompok ini penting mengingat kemampuan seseorang yang berbeda-beda. Ada yang pintar matematika, pintar menghapal dan lain sebagainya. Misalnya kita tidak mengerti pada satu topik. Sewaktu belajar kelompok, kita bisa minta bantuan teman yang lain. Selain juga kita bisa sama-sama memecahkan soal-soal yang sulit, saling berbagi informasi mengenai UN, bahkan memotivasi teman untuk belajar. Oleh karena itu perlu adanya kerja sama satu sama lain. Mohon doa restu dari orang tua. Apapun bentuk perjuangan yang kita lakukan mohon restulah pada orang tua agar kita diberi kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi ujian nasional.

Karena orang tualah yang telah mendukung dan membiayai pendidikan kita selama ini. Tanpa mereka kita tidak mungkin sampai pada tahap ini. Oleh karena itu sepantasnyalah kita dapat memberikan persembahan yang terbaik pada mereka. Dengan kita lulus ujian nasional maka orang tua kita akan merasa senang dan bangga.

Berdoalah pada Tuhan. Dari semua usaha-usaha yang kita lakukan untuk menghadapi kecemasan saat ujian nasional, yang paling penting adalah berdoa pada Tuhan. Apapun kerja keras yang kita lakukan, serahkanlah semuanya pada Tuhan. Berdoalah padaNya agar kita diberi kesehatan, kemudahan saat menghadapi ujian, dan kelulusan.

Sumber:ujiannasional.org

Tuesday, January 24, 2012

Jadwal UN SMA 2012

Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria menegaskan, tak ada perubahan jadwal Ujian Nasional 2012. Pelaksanaan ujian nasional tetap pada jadwal yang sudah diputuskan yaitu UN untuk tingkat SMA/MA akan mulai digelar pada 16-19 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April. UN untuk tingkat SMK akan mulai digelar pada 16-18 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-25 April.

Sedangkan untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012, dan UN susulan akan berlangsung pada 30- 4 Mei 2012. Adapun untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012.



UN SMA/MA

Program IPA



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 16 April 2012
2 Bahasa Inggris 40 120 menit 17 April 2012
3 Fisika 40 120 menit 17 April 2012
4 Matematika 40 120 menit 18 April 2012
5 Kimia 40 120 menit 19 April 2012
6 Biologi 40 120 menit 19 April 2012





Program IPS



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 16 April 2012
2 Bahasa Inggris 40 120 menit 17 April 2012
3 Ekonomi 50 120 menit 17 April 2012
4 Matematika 40 120 menit 18 April 2012
5 Sosiologi 40 120 menit 19 April 2012
6 Geografi 40 120 menit 19 April 2012





Program Bahasa



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 16 April 2012
2 Bahasa Inggris 40 120 menit 17 April 2012
3 Bahasa Asing 50 120 menit 17 April 2012
4 Matematika 40 120 menit 18 April 2012
5 Antropologi 40 120 menit 19 April 2012
6 Sastra Indonesia 40 120 menit 19 April 2012










Program Keagamaan




No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 16 April 2012
2 Bahasa Inggris 40 120 menit 17 April 2012
3 Tafsir 50 120 menit 17 April 2012
4 Matematika 40 120 menit 18 April 2012
5 Fikih 40 120 menit 19 April 2012
6 Hadits 40 120 menit 19 April 2012

Keterangan:


  • Alokasi Waktu = waktu total UN (persiapan, ujian, dan selesai).Waktu Efektif UN adalah 120 menit (2 jam)





Jadwal UN SMK 2012

Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria menegaskan, tak ada perubahan jadwal Ujian Nasional 2012. Pelaksanaan ujian nasional SMK pun tetap pada jadwal yang sudah diputuskan yaitu UN SMK akan mulai digelar pada 16-18 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-25 April 2012.

UN untuk tingkat SMA/MA akan mulai digelar pada 16-19 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April.

Sedangkan Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012, dan UN susulan akan berlangsung pada 30- 4 Mei 2012.

Jadwal UN untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012.



UN SMK 2012



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 16 April 2012
2 Bahasa Inggris 40 120 menit 17 April 2012
3 Matematika 50 120 menit 18 April 2012

Keterangan:


  • Alokasi Waktu = waktu total UN (persiapan, ujian, dan selesai).Waktu Efektif UN adalah 120 menit (2 jam)





Jadwal UN SMP 2012


Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria menegaskan, tak ada perubahan jadwal Ujian Nasional 2012. Pelaksanaan ujian nasional SMP pun tetap pada jadwal yang sudah diputuskan yaitu UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012, dan UN susulan akan berlangsung pada 30- 4 Mei 2012.

Sedangkan untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012. UN untuk tingkat SMA/MA dan SMK akan mulai digelar pada 16-19 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012.

UN SMP / MTs

UN 2012 SMP/MTs




No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 23 April 2012
2 Bahasa Inggris 40 120 menit 24 April 2012
3 Matematika 50 120 menit 25 April 2012
4 Ilmu Pengetahuan Alam 40 120 menit 26 April 2012

Keterangan:


  • Alokasi Waktu = waktu total UN (persiapan, ujian, dan selesai).Waktu Efektif UN adalah 120 menit (2 jam)





Jadwal UN SD 2012

Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Teuku Ramli Zakaria menegaskan, tak ada perubahan jadwal Ujian Nasional 2012. Pelaksanaan ujian nasional Sekolah Dasar (UN-SD) tetap pada jadwal yang sudah diputuskan yaitu akan digelar pada 7-9 Mei 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012. Sedangkan mata pelajaran yang diujikan tidak ada perubahan dari tahun-tahun sebelumnya yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sedangkan untuk jenjang UN untuk tingkat SMA/MA akan mulai digelar pada 16-19 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April. Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012, dan UN susulan akan berlangsung pada 30- 4 Mei 2012.

Ujian Nasional SD/MI

UN 2012 SD/MI




No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 8 Mei 2012
2 Matematika 40 120 menit 9 Mei 2012
3 Ilmu Pengetahuan Alam 40 120 menit 10 Mei 2011



Keterangan:


  • Alokasi Waktu = waktu total UN (persiapan, ujian, dan selesai).Waktu Efektif UN adalah 120 menit (2 jam)






Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More